Cilegon (14/9). Walikota Cilegon Helldy Agustian, mengapresiasi kepedulian LDII dalam menggelar vaksinasi massal Covid-19 sebagai upaya mempercepat herd immunity. Vaksinasi massal dilaksanakan di halaman Masjid Al-Akbar Kota Cilegon, pada Senin (13/9), bekerja sama dengan Polres Cilegon.

Berdasarkan data tiga bulan terakhir, Kota Cilegon berada di zona merah penyebaran Covid-19, namun dengan upaya percepatan vaksinasi, penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

“Alhamdulilah, kami menyadari bahwa orang-orang Cilegon ini modern. Kalau hitung-hitungan saya angka vaksinasi di Kota Cilegon mencapai 50 persen. Target kami, di akhir Desember dapat menyentuh angka 70 persen,” ujarnya.

Antusiasme warga Kota Cilegon dalam mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Saat ini, penyebaran virus Covid-19 di Kota Cilegon mengalami penurunan yang sangat baik. Terbukti, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) sudah dapat dilaksanakan sekitar 50 persen, tempat-tempat yang dijadikan lokasi isolasi terpusat sudah tidak ada lagi pasien.

“Kabar baiknya, per Jumat kemarin, Kota Cilegon turun menjadi level 2 pemberlakuan PPKM. Dan pada Hari Bhayangkara, kami meraih apresiasi, bahwa Kota Cilegon meraih peringkat pertama pemberlakuan PPKM mikro kota se-Pulau Jawa,” katanya.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian memberikan imbauan kepada para peserta vaksinasi. Foto: LINES.

Helldy Agustian juga menghimbau kepada masyarakat, meski sudah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan. “Bukan berarti orang yang sudah divaksin tercegah dari Covid-19. Namun, tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Cilegon, AKBP Sigit Haryono didampingi Kasatbinmas Polres Cilegon, AKP Hadi Subeno turut meninjau kegiatan vaksinasi tersebut. Kehadirannya disambut oleh Ketua DPW LDII Banten, Edwin Sumiroza, dan Wakil Ketua DPD LDII Kota Cilegon, Joharman.

Dalam kesempatan itu, AKBP Sigit Haryono mengungkapkan saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Perang melawan virus Covid-19 terus dilakukan, salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan vaksinasi.

“Pak Presiden memerintahkan kita untuk mengakselerasi vaksinasi. Pak Kapolri diperintahkan untuk mendukung itu. Kemudian dari teman-teman LDII juga konsen dengan apa yang diingingkan pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan LDII merupakan gayung bersambut dalam menekan penyebaran Covid-19. AKBP Sigit mengapresiasi kegiatan vaksinasi yang dilakukan LDII karena berjalan dengan tertib dan tidak terjadi kerumunan, sebab kehadiran peserta vaksinasi telah diatur secara bergiliran.

“Kami (Polres Cilegon) mengucapkan terima kasih kepada LDII dalam rangka mendukung program pemerintah mempercepat vaksinasi,” ujarnya. Dengan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, ormas dan masyarakat diharapakan dapat menghentikan laju penyebaran Covid-19.

AKBP Sigit menghimbau kepada masyarakat untuk mau divaksin. Ia memaparkan secara keselurahan di Kota Cilegon presentase vaksinasi tahap dua sekitar 37 persen. “Kami mengimbau kepada masyarakat ketika ada program vaksinasi seperti yang dilakukan LDII ini, ikuti,” tambahnya.

Polres Cilegon berkunjung ke sentra vaksinasi. Foto: LINES.

Pemerintah, TNI-Polri dan ormas di Kota Cilegon saling bahu membahu dalam segala aspek. Termasuk konsen terhadap penanganan Covid-19. “Harapan saya, kita pertahankan ini. Kita tingkatkan ini, karena sudah berjalan dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Kota Cilegon, Joharman mengatakan LDII sebagai ormas yang menjadi bagian dari masyarakat merespon situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan.

“Selain merupakan program pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19, vaksinasi merupakan salah satu bagian kewajiban LDII dalam membantu pemerintah,” ujarnya.

Joharman mengungkapkan sekitar 500 orang di Kota Cilegon yang menjadi sasaran vaksinasi baik dari pelajar, warga LDII dan masyarakat umum di sekitar Masjid Al-Akbar Kota Cilegon.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Banten, Edwin Sumiroza ikut mengapresiasi upaya yang dilakukan empat DPD LDII di Provinsi Banten yang telah menjalin kerjasama dengan pemerintah kota/kabupaten, Polres, Dandim dan Dinkes dalam membantu program pemerintah mempercepat herd imunity.

“Ini perlu digerakkan bersama. Ini adalah salah satu kontribusi LDII untuk bangsa. Hari ini, mendukung percepatan pemulihan Kota Cilegon,” ucapnya.

Edwin Sumiroza berharap delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa dapat diterapkan di daerah-daerah sesuai dengan karesteristik masing-masing daerah. “Sesuai karekteristik DPD-DPD ini akan merapat ke stakeholder. Program mana yang bisa dikontribusikan LDII di tengah masyarakat,’’ tutupnya (faqih/lines)